My Blogging Milestone

I’ve been blogging since 2007. A lot of things happen and so does my writing.
There are several blogging milestones that I have been through so far:

1. Awal tahun 2007–2009
I was a rabid fan of Japanese Visual Kei music and anything related to Japanese music back then. Saya suka menulis apapun yang terkait dengan fandom saya tersebut, be it fanfic, fangirl’s delusion stuff such as ‘Kei is my huzband XDDDD’. I wrote with a lot of emojis, poor(er) English, but I did not care. Fanfiction yang saya tulis pun sangat konyol. Sometimes, I wrote about my daily life. But, what could we expect from a junior high schooler who just hit her puberty? I loved to put photos in my entry, mostly unimportant ones. My definition of ‘unimportant’ is it doesn’t have any relation with the content of my post. I just put it and wrote a caption like “cuteeee >____<”. As far as I can recall, I used much ‘,’ in my sentences, e.g. ‘Today was a bad day,,,,,I hope bla bla’. Saya menyingkat kalimat dan memilih kata sekenanya.
There were several platforms I used: ameblo, yaplog, and blogspot. Ameblo and Yaplog are Japanese blog sites. I used them simply because my idols and my fandom circle did that. Indeed, there are a lot of cute emojis. I also tried blogspot (until now) because some of my friends did that too. Kami berlomba-lomba untuk buat blog sebagus mungkin. Mulai dari segi banner, page, sampai background music pun kami edit. Dari situ saya belajar banyak tentang photoshop dan HTML editing.
Too bad I forgot both ameblo and yaplog username and I deleted my first blogspot account.

2. 2009–2011
Masih dalam suasana menjadi seorang weebo (wibu), saya meninggalkan ameblo dan yaplog dan fokus dengan Livejournal. Saat menggunakan Livejournal (LJ), saya mulai mengurangi penggunaan emoji, walaupun post fangirling-like masih bisa ditemui. Komunitas di LJ beragam; fanfics, fan art, photography, photoshop, layout, dan sebagainya. Jika awalnya saya hanya tau photoshop brush, di Livejournal banyak sekali saya temukan stock foto resolusi tinggi dan psd. File .psd yang ditawarkan pun sangat beragam. Kebanyakan dari file tersebut berisi teknik layering, color filling yang membuat gambar, pewarnaan dan pencahayaan lebih bagus seperti yang dapat kita lihat sekarang di photo-editing apps (instagram, vsco cam, facetune, dan lain-lain). Selain icon, saya pun selalu disibukkan dengan layout LJ. Disitu saya sedikit tahu tentang CSS code seperti apa yang harus kita ubah jika harus membuat fixed sidebar dan semacamnya.
Isi dari Livejournal saya pada waktu itu didominasi oleh Meme Proust Questionnaire. Ada list pertanyaan yang harus dijawab/dilakukan sesuai dengan instruksi dari meme tersebut. Less fangirling. Drama stays. Penggunaan two-word verb/adjective dan prepositional phrase yang mulai intensif walaupun kesalahan tata bahasa tetap ada dimana-mana.
Pada saat blogging di livejournal ini pulalah, saya belajar pentingnya mencantumkan sumber gambar/tulisan atau apapun yang kita ambil. Walaupun material yang disajikan gratis, tapi pembuat konten juga perlu diapresiasi.

3. 2011
Pada tahun ini, saya disibukkan dengan persiapan Ujian Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN/SBMPTN). I got my 1st boyfriend and broke up with him immediately after 3 months. I failed to enter my desired university. Writing has been my escape. So, I created a new blogspot account and posted everything there. I reblogged anything that relates to heart-broken situations in my tumblr. I wrote in despair.

4. 2012–2014
I regained my confidence after I joined Debate club in my university. I kept writing in my blog intensively. I wrote mostly about my complaints. I love complaining. I didn’t write about my fandom anymore. I still reblogged some pictures, but never did I add the ‘weebo’ captions like I used to do anymore. Mostly TL:DR entries.
5. Last three months of 2015–now
Pada saat ini, saya mulai jarang menulis sesuatu yang bersifat pribadi. Saya mulai mencoba menulis untuk media alternatif seperti Medium. Tulisan yang saya post pun lebih bersifat ‘review’. Adapun feed yang saya temui juga jauh lebih ‘literer’. Terlebih lagi, banyak blogger Indonesia yang menginspirasi saya melalui tulisan mereka di media alternatif. Belum banyak yang bisa saya katakan, tapi saya sedang menekuni hal ini.
____________________________________________________
Blogging memberi saya banyak pelajaran penting selain photoshop dan HTML. Secara akademis, blog membuat saya terus belajar bagaimana menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang komunikatif agar tidak canggung. Saya belajar mengevaluasi diri dan menerima kritikan ketika tulisan kita dikritik walaupun itu cerita pribadi.
Kita pun harus ‘tangguh dalam menulis di internet’. Saya ingat ketika seorang selebtwit dibully habis-habisan hanya karena dia menyatakan dukungan kepada seorang ‘kandidat’ dalam tulisannya sehingga dia menghapus post dan menonaktifkan akunnya untuk sementara waktu. Maka saya juga mengamini, terkadang internet lebih kejam daripada ibu kota.
Salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s